1. Letak
Di mana kamar bayi akan diposisikan? Masihkah ada ruang yang bisa digunakan atau dialihfungsikan? Hal ini tentunya harus menjadi pertimbangan utama sebelum mendesain sebuah ruang baru. Terlebih lagi, akan jauh memudahkan bila kamar bayi berdekatan dengan kamar Anda. Tak perlu luas, cukup pastikan kamar tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik agar ada pergantian hawa dan sinar matahari bisa masuk. Selain itu, pastikan pula kamar memiliki pencahayaan yang bagus. Lampu utama untuk menerangi aktivitas dan lampu temaram untuk memberi cahaya saat bayi tidur.
2. Keamanan
Utamakan keamanan dalam setiap pilihan yang dibuat. Entah itu dalam pemilihan cat, perabotan, mainan, atau bahan-bahan pakaian si kecil. Perhatikan pula letak segala perabotan, lampu, dan mainan tersebut agar mudah dijangkau dan tidak membahayakan. Saat ini bayi Anda barangkali belum melakukan banyak aktivitas, tetapi pikirkan pertumbuhannya nanti. Oleh sebab itu, desain dan tata semua benda dalam ruang tersebut dalam posisi yang aman.
3. Perabotan
Tidak banyak barang yang harus diletakkan dalam kamar bayi, kecuali ranjang tidur, meja ganti baju, lemari pakaian, sofa atau kursi untuk ibu menyusui, serta tempat untuk menyimpan mainan. Agar dapat bertahan lebih lama, pilih tempat tidur dan perabotan yang adjustable. Gunakan pula lemari dengan warna netral sehingga tidak masalah bila digunakan untuk jangka waktu yang panjang. Selain itu, pastikan mainan atau perabotan tersebut mudah dibersihkan. Hiasan yang digunakan pun tidak perlu permanen karena anak masih akan bertumbuh dan mengalami banyak perubahan. Untuk sementara, bisa hias ruangan dengan wallpaper, wallsticker, atau cukup hias salah satu dinding.
(sumber: www.majalahasri.com)

Komentar
Posting Komentar